Kamis, 18 Oktober 2018

LELAKI KLANTANG KLANTUNG


‘lelaki klantang-klantung’
Oleh: Begal13*


            Hidup bukan hanya sekedar hidup kita harus tau tata cara kehidupan itu seperti apa, tapi kebanyakan orang di dunia ini hanya sekedar numpang hidup termasuk saya pribadi. Ini loh yang kita semua harus tau jangan sampai kita hidup di dunia hanya klantang klantung ngga jelas.
      
              Orang tua saya pernah bilang “woy nang sira kuh ning dunya kien cuman sementara, baka dadi wong kuh sing guna34 karo sejene”. “hay nak kamu hidup di dunia ini cuman sementara, kalau jadi manusia ya harus berguna buat semunya”. Memang benar orang tua berbicara seperti itu, toh ini juga untuk masa depan saya mau tidak mau harus di turuti apa kata orang tua.
            
              Tapi yang namanya manusia siapapun juga orangnya menjalankan kehidupan pasti ngga jelas alias klantang-klantung, terpikir di otak kanan saya “kita lelaki/cowok yang namanya klantang-klantung sudah menjadi rutinitas sehari-hari, jadi sudah lumrah kalau iya klantang-klantung”.
            
               Kenapa di tulisan saya memberi judul LELAKI KLANTANG-KLANTUNG bukan berarti lelaki itu harus klantang-klantung ngga jelas saya hanya ingin merubah pola pikir supaya kita semua sadar hidup itu harus punya tujuan dan target.
            
               Memang sangat susah ketika kita harus merubah pola pikir manusia bukan berarti kita diam atau tak peduli sejatinya ini tangtangan kita bagaimana caranya pola pikir itu sedikit demi sedikit pudar dalam pikiran manusia, bukannya mengatur tapi kita harus sadar untuk masa depan yang cerah.
            
          Ketika kita ingin merubah pola pikir seseorang rubahlah pola pikir kita terlebih dahulu, makanya kita harus tau lima hal ini: Berani, PD, Baca Buku, Implementasikan dan terjun. Ketika itu semua sudah di terapkan di kehidupan kita, saya yakin yang namanya hidup klantang-klantung itu hanya sebuah perjalanan pendek dalam kehidupan manusia yang singkat.
            
              Berani, iya! Apalagi lelaki kita sebagai lelaki harus berani dalam hal apa saja yang terpenting dalam hal positif. Ketika keberanian sudah tertanam di jiwa para lelaki saya yakini lelaki itu lelaki yang hebat dan bertanggung jawab. Bagi lelaki yang namanya keberanian itu perlu untuk menjaga sebuah kehormatan dalam kehidupan dan di dalam keluarga kelak.
            
           PD, iya! Ketika keberanian itu sudah di tanamkan dalam jiwa kita maka PD itu perlu, salah benarnya omongan, tindakan dan sikap kita bukan menjadi alasan untuk dwon, yang namanya kesalah memang ada di setiap tindakan. Disini kita belajar buakan menjadi kurang ajar.
         
          Ketika keberanian dan PD sudah melekat, kita perlu baca buku supaya apa? Supaya keberanian dan ke Pdan kita tidak sia-sia. Omongan dan tindakan ketika tidak di dasari referensi itu ibarat onta yang sedang bergulat di padang pasir, dia berani dan Pdnya untuk melawati padang pasir. Makanya kita jangan seperti onta yang di padang pasir yang hanya nurut saat kusir mencabuknya dia gagah berani dan PD tapi otak kosong.
  
          Memang berat yang namanya baca buku tapi itu adalah keharusan kita sebagai makhluk hdiup. Gus Dur pernah berkata, “ketika kalian ingin menguasai dunia cukup membaca banyak buku dari situlah kita bisa menguasai dunia”.

            Jangan lupa ketika tiga hal itu sudah di terapkan ada dua hal lagi yaiitu implementasikan dan terjun, kenapa harus di implementsikan dan terjun? Itu harus supaya kita tak lupa dan lalai apa yang telah kita baca. Terapkan di dalam jiwa kita lima hal itu supaya kita tidak di cap sebagai lelaki klantang-klantung.


*Penulis adalah Mahasiswa Lapuk yang tengah Klantang-Klantung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar